
Di saat liburan sekolah anakku yang pertama ini, saya istri dan ketiga anakku juga adik dan calon adik iparku pergi ke aceh, sekalian menengok "mamah" yang tugas kerja di aceh sejak kurang lebih 2 tahun yang lalu.
Pergi hari Kamis naik Garuda Indonesia, tiket cukup mahal sekitar 1.300.000 untuk dewasa dan 800 rb-an untuk anak, dipilih garuda tentunya karena alasan keamanan, mau ga mau karena akhir-akhir ini sering terjadi kecelakaan pesawat (maskapai lokal), jadi dipilihlah Garuda Indonesia. Walaupun mungkin jika pake Adam Air, Lion Air, Air Asia, atau maskapai lain mungkin akan lebih murah. Tapi ya gimana, namanya juga pengen aman...
Kedua kalinya naik pesawat, dua duanya naik garuda, kesan yang tampak awalnya oke, pesawat terlihat bersih, walaupun kelihatan kurang terawat (interiornya), dan terbukti ketika mesin pesawat mulai dinyalakan, dan kapal bergerak bagian-bagian interiornya ini berisik sekali seakan skrup-skrupnya kurang keras huh.. perjalanan jadi berisik.
Tapi ya sudah diterima saja, perjalan kurang lebih 3 jam, karena transit dulu di medan.
anakku yang pertama senang-senang aja naik pesawat. Anakku yang kedua karena baru 1,5 tahun blum begitu mengerti dia ada dimana, jadi ya gitu aja cuek, apalagi yang bungsu karena baru 6 bulan diam aja melongo.... hi..hi...hi...
Jam 5.40 sore (kalo ga salah) transit di medan, wah pertama kali menginjakan kaki di bandara Polonia, kesannya pertama oke... tapi waktu ikut turun karena kebelet ingin pipis (dan ingin merokok juga), agak bingung, dijemput dengan bis untuk ke transit area, begitu turun aku dan adikku celingukan, dimana ini, kok tiba di daerah seoerti penyimpanan barang dan kantor maskapai, kotor lagi.
Begitu lewat pintu masuk di sebelah kanan ada wc, ya udah pipis dulu, setelah itu keluar dan bingung lagi, karena ternyata itu tempat check-in, setelah tengok kanan-kiri terlihat pintu/area untuk ruang tunggu, walaupun ragu akhirnya masuk juga ke situ, dan langsung tempat tunggu untuk smua penumpang pesawat, lagi-lagi tidak terawat, pengap dan kusam.
ketika sedang mencari tempat "smoking area" tiba-tiba dari speaker terdengar bahwa pesawat untuk ke aceh akan segera berangkat... wah sialan belum apa-apa harus sudah naik pesawat lagi.. ya sudah langsung ikut antri untuk naik bis yang mengantar ke pesawat lagi.
Sekitar jam 7-an akhirnya tiba di Banda Aceh, "mamahku", adikku yang bungsu dan sopirnya yang kerja untuk TAFE Global sudah menunggu untuk menjemput. Waktu sedang nunggu koper tiba-tiba listrik mati...
wow kaget dan karena baru disini mau ga mau agak kuatir juga takut ada apa-apa...
tapi kurang lebih 3menit listrik nyala lagi, dan setelah ketemu ibuku katanya waktu pesawat baru landing listrik juga mati, jadi sudah 2 kali listrik mati di bandara.
Karena tempat tugas "mamah" si Sigli-Pidie, dan waktu yang harus ditempuh sekitar 2 jam, kita semua nginapp di hotel Nangroe.. Hotel yang tergolong baru ini cukup bagus, hanya saja pada saat mau masuk kamar di lantai 3, tercium bau cat yang sangat menyengat, katanya lorong disitu baru tadi siang dicat, yah.. namanya juga hotel baru...
Ada kolam renangnya, pagi-pagi sesudah sarapan anakku minta berenang sama juga adiku yang bungsu, tadinya kepingin ikut berenang, tapi inget kalau di aceh ini ada peraturan syariat islam jadi bingung, gimana kalau lagi berenang tiba-tiba ditangkap karena walaupun celana renangku selutut tapi kala udah berenang suka naik sedikit di atas lutut, dan menurut hukum islam aurat lelaki adalah dibawah pusar sampai lutut.

Ya sudah lah, jadinya hanya sekedar menemani sambil merokok di kursi pinggir kolam. Siangnya setelah urusan beres langsung checkout untuk berangkat ke pidie... Dan karena blum makan mamah ngajakin makan ikan bakar, kita sih oke aja...
Di tempat makan yang terletak di sepangjang aliran sungai yang mengarah ke laut, juga berseberangan dengan barak-barak pengungsi korban Tsunami 2004 lalu.. Ga nyangka setelah selama ini masih banyak yang belum kebagian rumah ganti...
Makanan di Aceh berbeda jauh dengan di Jawa Barat, di sini ada yang namanya bakwan, dicampur dengan kuah, semacam bala-bala tapi porsi besar yang di potong-potong dan disajikan dengan bumbu kacang. Enak juga sih, ga tau emang enak atau karena lapar he..he..he..
Ini "ibuku", syifa, gilang (depan), rafie(anakku yang bungsu) dan Bang Husni supir ibuku.
eh udah dulu ah,...
bersambung ke part 2...
mantap! ayo ke aceh lagi 'bie, hehehehe..
ReplyDeletesalam teruci!
insya allah secepatnya...
ReplyDeleteblum puas juga ngejajal aceh.. he..he..he.
mau ngongkosin om Oyi.. ha.ha.ha...